Sifat-sifat suatu coating ditentukan dari komposisi coating itu sendiri. Umumnya coating mengandung empat bahan dasar, yaitu pengikat (binder), zat pewarna (pigmen), solven dan aditif.

  1. Pengikat (Binder)

Binder berfungsi sebagai pengikat antar komponen coating dan juga bertanggung jawab terhadap gaya adhesi coating terhadap substrat. Gaya adhesi adalah gaya tarik menarik antara partikel zat yang tidak sejenis. Gaya adhesi antar molekul air dengan molekul kaca berbeda dibandingkan gaya adhesi antara molekul air dengan molekul daun talas. Demikian pula gaya kohesi antar molekul air lebih kecil daripada gaya adhesi antara molekul air dengan molekul kaca. Itulah sebabnya air membasahi kaca berbentuk melebar. Namun, air tidak membasahi daun talas melainkan tetes air berbentuk bulat-bulat menggelinding di permukaan karena gaya kohesi antar molekul air lebih besar daripada gaya adhesi antara molekul air dan molekul daun talas. Gaya kohesi maupun gaya adhesi mempengaruhi bentuk permukaan zat cair dalam wadahnya. Terdapat banyak binder yang telah dikenal, diantaranya alkyd, vinyl, resin alam, epoxy dan urethane.

Hal yang harus dipahami dari binder adalah viskositas. Karena merupakan komponen utama dalam coating, viskositas binder sangat menentukan viskositas coating. Coating harus mempunyai viskositas cukup rendah untuk bisa digunakan dengan peralatan pengecatan sederhana (brush, roller atau spray) serta memiliki viskositas cukup tinggi sehingga tidak menetes.

Faktor utama yang menentukan viskositas binder adalah berat molekularnya. Polimer yang mempunyai berat molekul tinggi akan lebih viskous daripada dengan berat molekul rendah. Ada dua cara untuk mengontrol viskositas suatu coating, yaitu dengan memvariasi berat molekul binder atau dengan menambahkan sejumlah solven.

  1. Zat Pewarna (Pigmen)

Zat pewarna (Pigmen) merupakan pemberi warna dari coating. Selain berfungsi dalam hal estetika, zat pewarna (pigmen) juga mempengaruhi ketahanan korosi dan sifat fisika dari coating itu sendiri. Zat pewarna (pigmen) dapat dikelompokkan menjadi pigmen organik dan anorganik. Pigmen anorganik contohnya adalah besi oksida. Besi oksida merupakan pigmen merah yang digunakan untuk pelapisan awal (coating primer) ataupun topcoat. Terdapat juga extender pigmen yang memberikan sedikit pengaruh terhadap warna dan ketahanan korosi namun banyak mempengaruhi sifat-sifat coating seperti kekentalan (densitas), aliran, kekerasan (hardness) dan permeabilitas. Contohnya adalah kalsium karbonat, kaolin, talc dan barium sulfat (barytes).

  1. Solven

Kebanyakan coating memerlukan solven untuk melarutkan pengikat (binder) dan memodifikasi viskositas. Hal penting yang harus diperhatikan dalam penentuan solven adalah kemampuannya dalam melarutkan binder dan komponen coating yang lain. Prinsip kelarutan sangatlah sederhana, yaitu like dissolves like, artinya solven polar akan melarutkan senyawa yang polar juga. Selain itu laju penguapan solven juga perlu diperhatikan. Solven yang mempunyai tekanan uap tinggi sehingga menguap dengan cepat disebut fast atau hot solvent, sedangkan yang lambat disebut slow solvent. Laju penguapan mempengaruhi sifat-sifat coating dan beberapa cacat dapat disebabkan karena ketidak cocokan dalam pemilihan solven. Jika solven menguap terlalu cepat, coating tidak cukup waktu untuk membentuk lapisan halus dan kontinu.

  1. Aditif

Aditif adalah senyawa-senyawa kimia yang biasanya ditambahkan dalam jumlah sedikit, namun sangat mempengaruhi sifat-sifat pelapisan. Bahan-bahan yang termasuk aditif adalah surfaktan, alat anti endapan (anti-settling agent), alat pencampur (coalescing agents), alat tahan pengulitan (anti-skinning agents), katalis, defoamers, penyerapan cahaya ultraviolet (ultraviolet light absorbers), alat dispersi, bahan pengawet (preservatives), pengering (driers) dan plastisizers.

Lingkungan yang dalam keadaan basah atau lembab merupakan media yang agresif. Oleh karena itu, perlu adanya cara untuk membuat lapisan pemisah antara logam dengan lingkungan. Lapisan itu sendiri dapat diklasifikasikan sebagai berikut:

  1. Pelelehan (Celup Panas/Hot Dip)
  2. Endap Vakum
  3. Sherardizing
  4. Rich Coating
  5. Listrik (Electroplating)

Adapun tujuan dan fungsi dari lapisan tersebut adalah:

  • Memperbaiki tampak rupa (Decorative). Contoh: Lapis Emas, Perak, Kuningan, Perunggu.
  • Melindungi logam dari korosi. Contoh: Lapis Zinc, Cadnium pada baja.
  • Meningkatkan ketahanan permukaan logam dasar. Contoh: Hard Chromium.
  • Memperbaiki kehalusan permukaan. Contoh: Lapis Nickel, Chromium.

Tujuan Pelapisan (Coating):

  • Meningkatkan ketahanan terhadap korosi.
  • Meningkatkan ketahanan aus.
  • Meningkatkan tampak rupa.

Untuk  jasa hardchrome hubungi kami di Wa 08126067928

Info Lainnya : Klik Jasa Hardchrome di Medan

Client PT. Sinartech Multi Engineering
Profil PT. Sinartech Indo Jaya

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *