“Jasa Pembuatan Jembatan Cor Beton Kuat Se-Indonesia di Medan

Info : Klik Jasa Pembuatan Jembatan Cor Beton Kuat Se-Indonesia di Medan

Jasa
Bahan-Bahan Konstruksi Jembatan

Bahan-Bahan Bangunan Jembatan yang harus digunakan sesuai dengan Rencana Kerja dan SyaratSyarat (RKS) yang telah ditentukan. Pengadaan bahan bangunan yang dipergunakan dalam pekerjaan harus:

  1. Memenuhi spesifikasi dan standart mutu yang berlaku.
  2. Memenuhi ukuran, pembuatan jenis dan mutu yang disyaratkan gambar dan seksi lain dalam spesifikasi ini, atau sebagaimana secara khusus disetujui oleh Direksi Pekerjaan.
  3. Semua produk harus baru atau belum pernah digunakan untuk proyek lain. Sebelum mengadakan pemesanan, material terlebih dahulu diuji kemudian material yang lolos uji spesifikasi diajukan ke pemilik proyek.Setelah mendapatkan persetujuan pemilik proyek baru dilakukan pemesanan.Bahan yang telah dipesan dan didatangkan ke lokasi proyek kemudian diuji ulang sesuai dengan pengujian awal pada saat sebelum pemesanan. Jika mutu material yang dikirim ke lokasi proyek tidak sesuai dengan mutu material yang sebelumnya telah diuji maka material tersebut akan ditolak dan disingkirkan dari lokasi proyek dalam waktu 48 jam, kecuali mendapat persetujuan lain dari pemilik proyek.Bahan yang telah sampai dilokasi proyek kemudian disimpan sedemikian rupa sehingga mutunya terjamin, siap pakai dan mudah diperiksa oleh konsultan supervisi dan pemilik proyek.Kualitas dari hasil pekerjaan pembangunan dipengaruhi oleh kualitas bahan bangunan yang digunakan.Kualitas bahan bangunan yang baik bukan hanya harus memenuhi persyaratan atau peraturan yang ditetapkan, tetapi bahan-bahan tersebut juga harus masih dalam kondisi baik pada saat digunakan.Oleh karena itu diperlukan perawatan terhadap bahan bangunan di lapangan agar kualitas bahan bangunan tetap terjaga pada saat digunakan. Bahan yang digunakan dalam kegiatan Proyek Pembangunan Jembatan Pandeyan antara lain adalah:

Semen

Semen adalah bahan yang bertindak sebagai pengikat untuk agregat. Semen bila dicampur dengan air akan menjadi pasta. Dengan proses waktu dan panas, reaksi kimia terjadi dengan air menghasilkan sifat perkerasan pada pasta semen.Semen yang digunakan untuk pekerjaan beton pada proyek ini adalah jenis Portland Cement (PC) yang telah memenuhi syarat sesuai dengan PBI tahun 1971 atau SII 0013-81 tentang mutu dan cara uji semen Portland.

Air

Air diperlukan untuk bereaksi dengan semen serta menjadi bahan pelumas antara butir-butir agregat.Agar dapat mudah dikerjakan dan dipadatkan. Air yang digunakan dalam proyek ini mengacu pada ketentuan AASHTO T26 yang memenuhi persyaratan sebagai berikut: 1. Tidak mengandung benda melayang atau lumpur lebih dari 2 gram/liter. 2. Tidak mengandung garam-garaman yang dapat merusak beton (asam, zat organic, dll) lebih dari 15 gram/liter. 3. Tidak mengandung klorida lebih dari 0,5 gram/liter. 4. Tidak mengandung senyawa sulfat lebih dari 1 gram/liter. Air yang digunakan dalam proyek ini adalah air dai mata air Gunung Lawu yang diambil menggunakan pipa pvc dan ditampung dengan drum. 3.2.3. Agregat Agregat adalah butiran alami yang berfunsi sebagai bahan pengisi dalm campuran mortar atau beton.Agregat ini menempati sebanyak 60% – 80% dari volume mortar atau campuran beton sesuai dengan spesifikasi umum. Sifat yang paling penting dari suatu agregat adalah kekuatan hancur dan ketahanan terhadap benturan yang dapat mempengaruhi ikatannya dengan pasta semen, porositas dan 34 karakteristik penyerapan air yang mempengaruhi daya tahan terhadap proses pembekuan pada musim dingin dan ketahanan terhadap penyusutan. 3.2.3.1. Agregat Kasar Agregat kasar adalah agregat yang butirannya berkisar antara 5 sampai 40 mm. sifat dari agregat kasar mempengaruhi kekuatan akhir beton keras dan daya tahannya terhadap disintegrasi beton, cuaca dan efek-efek perusak lainnya. Agregat kasar harus bersih dari bahan-bahan organik dan harus mempunyai ikatan yang baik dengan gel semen.Agregat kasar yang digunakan dalam proyek ini didatangkan langsung dari Gunung Merapi dan kembali di uji di laboratoriun sebelum digunakan. 3

Agregat Halus

Agregat halus adalah agregat yang butirannya berkisar antara 0,15 sampai 5 mm. menurut SK SNI T-15-1991, agregat halus adalah pasir sebagai hasil disintegrasi batuan dan pasir yang dihasilkan oleh industri pemecah batu dan mempunyai butiran lebih kecil dari 4,75 mm. Berikut Gambar 3.1 adalah gambar agregat halus yang dipakai dalam proyek pembangunan Jembatan Pandeyan: 35 Gambar 3.1. Pekerjaan Agregat Halus Untuk Plesteran Pondasi Tengah

Besi Baja WF (Wide Flens)

Baja WF (Wide Flens) digunakan sebagai gelagar pada Jembatan Pandeyan.Didatangkan dari luar negeri, baja WF berjumlah 2 buah dengan panjang masing masing 32 m. Sebelum dipasang, baja WF diukur lagi untuk selanjutnya dilakukan pemotongan dan pengelasan untuk memudahkan pemasangan dan dicat untuk menghindari korosi. 36 Gambar 3.2. Pemasangan Kanal Diafragma pada Baja WF

Elastomeric Bearing

Letak Pemasangan Elastomeric Bearing Pad Landasan perletakan yang dibuat dari bahan plat-plat baja dibungkus dengan karet, baik karet alam maupun karet chloropren sebagai bahan baku polimer yang tersusun dan memiliki kekakuan tertentu.pada proyek ini Elastomer Bearing Pad digunakan pada perletakan abutment. Adapun fungsi perletakan tersebut adalah sebagai landasan dan pemisah antara bangunan atas atau gelegar dengan bangunan 37 dibawahnya, selain itu juga sebagai peredam getaran sekaligus untuk mengatasi gaya horizontal akibat gaya rem yang bekerja pada jembatan tersebut. Berikut detail konstruksi pemasangan Elastomeric Bearing Pad :

Untuk jasa pembuatan jembatan hubungi kami di Wa 08126067928

Info Lainnya : Klik Jasa Pembuatan Jembatan Cor Beton Kuat Se-Indonesia di Medan

Cara Renovasi Rumah Lama
Sifat Galvanis yang Mendukung

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *