“Pilihan Jasa Pengaspalan Berkualitas Di Indonesia di Medan

Info : Klik Pilihan Jasa Pengaspalan Berkualitas Di Indonesia di Medan

Pilihan
Hubungan Kerusakan Perkerasan Jalan dengan Biaya

Penanganan Jalan Dalam rangka mengembalikan permukaan perkerasan jalan yang telah mengalami kerusakan menjadi seperti semula, maka dapat dilakukan berbagai macam tindakan perbaikan. Tindakan perbaikan terhadap kerusakan perkerasan jalan dapat dilakukan dengan tindakan perbaikan per segmen dan tindakan perbaikan keseluruhan. Tindakan perbaikan per segmen dapat dilakukan sesuai dengan acuan metode perbaikan standar seperti yang diuraikan pada Manual Pemeliharaan Rutin untuk Jalan Nasional dan Jalan Provinsi, Departemen Pekerjaan Umum No. 002/T/Bt/1995.

Sedangkan perbaikan secara keseluruhan dapat dilakukan dengan pemberian lapis tambah (overlay) maupun rekonstruksi perkerasan. Namun, jika perbaikan telah dilakukan secara berkelanjutan tetapi dalam waktu yang tidak lama jalan tersebut mengalami kerusakan kembali, maka direkomendasikan untuk menggunakan perkerasan kaku. Berdasarkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 13/PRT/M/2011 tentang tata cara pemeliharaan dan penilikan jalan.

Waktu yang tepat untuk memprediksi pemeliharaan rutin jalan adalah ketika nilai SDI < 50 dan nilai IRI antara 4-8 m/Km di mana IRI (International Roughness Index) merupakan parameter kekasaran yang dihitung dari jumlah kumulatif naik turunnya permukaan arah profil memanjang pada jarak permukaan yang diukur.

Selanjutnya SDI (Survey Distress Index) diartikan sebagai indeks kondisi jalan yaitu skala dari tingkat kenyamanan atau kinerja dari jalan yang biasanya diperoleh dari hasil pengukuran melalui pengamatan secara visual. Penilaian SDI menurut Elka ditampilkan pada Tabel 4 dan peringkat kerusakan jalan berdasarkan nilai IRI dan nilai SDI ditampilkan pada Tabel 5. Berdasarkan pemaparan diatas terdapat batasbatas tertentu dimana perkerasan jalan harus mulai mendapatkan penanganan. Setiap kerusakan yang terjadi menentukan penanganan yang harus dilakukan. Lebih lanjut setiap penanganan yang dilakukan akan menimbulkan biaya yang harus dikeluarkan. Andriyanto (2010) menguraikan analisis biaya pemeliharaan sebagai berikut:

Analisis Peralatan Biaya untuk peralatan terdiri dari dua komponen utama yaitu pemilikan dan biaya pengoperasian. Harga satuan alat = Jumlah biaya alat / Produksi Pekerjaan……………………………(1)

Analisa Tenaga Kerja Tenaga kerja pada pekerjaan jalan pada umumnya hanyalah sebagai pembantu pekerjaan alat yang merupakan fungsi utama dalam penyelesaian pekerjaan, sehingga tidak perlu dilakukan analisis yang mendalam.

Analisis Bahan Analisis kebutuhan bahan sangat diperlukan, karena keterlambatan pekerjaan biasanya disebabkan keterlambatan dalam penyediaan bahan yang digunakan. Analisis juga diperlukan, karena pada perhitungan volume pekerjaan kondisinya adalah padat, sedangkan bahan dipasaran ditawarkan dalam kondisi tidak padat. Harga satuan tenaga = Jumlah harga satuan bahan penyusun x Kuantitas…

Biaya-Biaya Lain Biaya-biaya lain yang harus diperhitungkan adalah biaya-biaya tidak langsung , misalnya administrasi kantor, alat-alat komunikasi, kendaraan kantor, pajak, asuransi, serta biaya-biaya lain yang harus dikeluarkan, walaupun biaya tersebut tidak secara langsung terlibat dalam proses pelaksaanaan pekerjaan.

Untuk jasa pengaspalan hubungi kami di Wa 08126067928

Info Lainnya : Klik Pilihan Jasa Pengaspalan Berkualitas Di Indonesia di Medan

Cara Buat Panel Beton Cetakan
Perencanaan Proses Bubut

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *