“Jasa Pembuatan Flange di Medan

Info : Klik Jasa Pembuatan Flange di Medan

Jasa

Proses Pembuatan Flange Atas dan Bawah

Flange berfungsi sebagai bagian yang penyalur antara satu part dengan part yang lainnya. Pada mesin penebar pellet ikan kali ini terdiri dari Flange Atas dan Flange Bawah, yang mana Flange Atas berfungsi untuk menyambungkan dan menyalurkan pellet dari Hopper ke Rotary Valve. Sedangkan, Flange Bawah untuk menyambungkan Rotary Valve dengan Silinder Akrilik.

Kedua Flange tersebut terbuat dari bahan Stainless Steel 304. Yang mana Stainless Steel 304 merubahan bahan stainlees yang aman bagi makanan ( Food Grade ) , tahan karat dan jamur, serta mampu bertahan lama dalam kondisi basah. Terdapat perbedaan antara Flange Atas dengan Flange Bawah dimana Flange Bawah terdapat kupingan / support sebagai tempat pemasangan Load Cell & Silinder Akrilik. Flange Atas & Flange Bawah memiliki ukuran yang sama yaitu, 180 mm x 180 mm x 6 mm, dengan ukuran Hollow 50 mm x 50 mm x 1,8 mm.

Tahap pertama dalam pembuatan flange adalah, membentuk pola seperti gambar desain pada plat stainless stell dan hollow. Setelah pola terbentuk dan sudah sesuai dengan ukuran gambar desain, maka benda kerja tersebut dipotong mengikuti pola yang sudah dibuat. Pada proses ini ada beberapa hal yang harus diperhatikan terkait dengan keselamatan kerja selama pengerjaan yaitu, gunakan Alat Pelindung Diri yang cukup dan sesuai dengan pekerjaan seperti, kacamata, sarung tangan, dan apron guna melindungi diri dari percikan api selama proses pemotongan.

Tahap kedua adalah pengeboran pada plat stainless steel sesuai dengan ukuran gambar desain. Pengeboran sebaiknya dilakukan pada bor duduk yang memiliki catok bor atau ragum. Sebab bahan yang akan kita potong adalah stainless steel yang memiliki tingkat kekerasan yang cukup tinggi. Proses pengeboran menggunakan bor HSS – CO ( High Speed Steel – Cobalt ) dilakukan secara bertahap dari diameter 4 mm, diameter 6 mm dan diameter 8 mm.

Bor ini khusus dibuat untuk melubangi stainless steel yang mana jika menggunakan matar bor biasa, bor akan mudah cepat tumpul. Sebelum di bor, beri titik penegas pada pola yang akan dilubangi dengan penitik dan palu agar lubang yang dihasilkan lebih presisi. Proses pengeboran perlu perhatian khusus, sebab jika salah atau meleset sedikit saja maka lubang akan melenceng jauh dan sulit untuk diperbaiki. Gunakan juga Alat Pelindung Diri yang cukup seperti kacamata dan sarung tangan.

Pastikan benda kerja terjepit pada ragum dengan baik agar supaya proses pengerjaan lebih aman dan terhindar dari kecelakaan kerja. Tahap ketiga setelah kedua proses diatas adalah penyatuan benda kerja. Penyatuan benda kerja tersebut dilakukan dengan cara pengelasan. Dimana pengelasan dilakukan di sekeliling Hollow dan 4 buah kupingan ( Support ).

Pastikan ketika proses pengelasan benda kerja dalam kondisi bersih, benda kerja dalam kondisi datar, arus listrik sesuai dengan kebutuhan penglasan, dan benda harus dijepit (Clamp) satu sama lain,, agar selama proses pengelasan benda kerja tidak bergeser dan masih sesuai dengan desain. Terkaitdengan keselamatan kerja pastikan gunakan Alat Pelindung Diri yang sesuai, seperti sarung tangan , kedok, dan apron. Pastikan juga sirkulasi udara dalam kondisi yang baik agar asap hasil pengelasan tidak terperangkap dan mengurangi kadar oksigen dialam ruangan pengelasan.

Setelah pengelasan selesai, periksa kembali apakah ada cacat atau tidak. Jika terdapat cacat dan bisa diperbaiki, maka ulangi proses pengelasan supaya mendapatkan hasil yang sempurna. Tahap keempat, yaitu tahap terakhir dalam proses pembuatan.

Pada tahap ini dilakukan dilakukan penghalusan dan burring yang dilakukan dengan menggunakan alat berupa kikir dan burring tool. Tujuannya adalah untuk mengilangkan permukaan yang tajam akibat proses pemotongan dan pengeboran. Proses ini akan sangat membantu mengurangi resiko kecelakaan kerja yang diakibatkan oleh benda kerja yang kurang halus. Pastikan disetiap sisi yang dipotong dan lubang yang dibor dalam kondisi halus dan tidak berpotensi melukai operator.

Untuk melakukan 4 tahap proses diatas diperlukan alat yang sesuai dengan kebutuhan masing – masing proses diantaranya ; 1. Gerinda Tangan 2. Bor duduk dan catok bor ( Ragum ) 3. Mesin las SMAW 4. Kikir 5. Burring Tools 6. Mata gerinda potong ( Cutting Wheel ) 7. Mata bor HSSCO (Ø 4mm, Ø 6 mm, Ø 8 mm ) 8. Elektroda NSN-308 9. Spidol permanen 10. Palu 11. Penitik.

Untuk menghindar kecelakan kerja pada proses pembuatan maka diperlukan juga Alat Pelindung Diri yang sesuai dengan proses pembuatan diantaranya ; 1. Safety Shoes 2. Apron Las 3. Kedok Las 4. Sarung Tangan 5. Kacamata 6. Earplug / Eamuff.

Hubungi kami di Wa 08126067928

Info Lainnya : Klik Jasa Pembuatan Flange di Medan

Penerapan Expansion Joint Untuk Jembatan dengan Perkerasan Kaku
Apa itu Screw Conveyor?

    Tidak seperti sambungan las yang permanen, sambungan flange merupakan sambungan semi permanen. Sambungan flange dapat dibuka dengan tujuan untuk kegiatan-kegiatan tertentu seperti pemeliharan pipa, pembongkaran, dan sebagainya. Jenis-jenis. Selengkapnya


Continue Reading

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *