“Jasa Pembuatan Cetakan Panel Beton di Medan

Info : Klik Jasa Pembuatan Cetakan Panel Beton di Medan

Jasa

Beton pracetak (precast) adalah komponen beton tanpa atau dengan tulangan yang dicetak terlebih dahulu sebelum dirangkai menjadi bangunan, atau sebagai komponen beton yang dicor ditempat bukan merupakan posisi akhir didalam struktur. Beton pracetak (precast) diproduksi secara masal dan berulang-ulang. Elemen-elemen beton pracetak (precast) yang dibuat dilapangan (pabrik) disambung dilokasi bangunan sampai membentuk suatu struktur yang utuh.

Pabrikasi dapat dilakukan ditempat pembangunan proyek tersebut atau diperusahaan industri beton pracetak (pracetak) yang dibuat dengan cara pre-tension (penegangan sebelum pengecoran) maupun posttension (penegangan setelah pengecoran) Struktur komponen beton pracetak (precast) harus direncanakan memenuhi ketentuan kekuatan, lendutan, dan kemudahan dalam proses pabrikasi dan penyambungan.

Pembuatan beton pracetak. Beton pracetak di workshop (precast plant)

a) Pengukuran dimensi cetakan dari plat baja.

b) Cetakan dibentuk sesuai desain rencana.

c) Alat pencampur yang digunakan terdiri dari unit penakaran (batching plant) yang terdiri atas bak-bak atau ruangan-ruangan terpisah untuk setiap fraksi agregat dan semen. Alat tersebut juga dilengkapi dengan bak penimbang (weighting hoppers), timbangan, dan pengontrol takaran (batching controls).

d) Pencampuran menggunakan metoda dry mix.

e) Penuangan beton dilakukan perlapis ± 10 cm.

f) Dilakukan penggetaran setiap lapis beton dengan mesin penggetar otomatis.

g) Cetakan diangkat dari beton yang sudah terbentuk.

h) Cetakan dibersihkan dari sisa-sisa kotoran beton dan persiapan untuk dilakukan pencetakan kembali.

i) Dilakukan curing untuk menjaga kualitas beton

Beton pracetak di lapangan (precast on site)

a) Pengukuran dimensi cetakan dari plat baja tebal (minimum 5 mm).

b) Cetakan dibentuk sesuai desain rencana, sebaiknya cetakan dibuat sistem bongkar pasang.

c) Sebelum penuangan beton, bagian dalam cetakan dilumasi oli agar cetakan dan beton mudah lepas.

d) Pencampuran bahan beton dan admixture dilakukan dengan alat molen.

e) Setelah nilai slump terpenuhi, beton siap dituang.

f) Penuangan beton dilakukan perlapis ± 10 – 20 cm.

g) Dilakukan pemadatan setiap lapis beton dengan tongkat pemadat/ (vibrator spud).

h) Dilakukan curing pada bagian atas cetakan untuk menghindari penguapan air berlebihan.

i) Perawatan beton disesuaikan dengan SNI 4817:2008 tentang Spesifikasi lembaran bahan penutup untuk perawatan beton.

Setelah umur beton ± 24 jam, cetakan dapat dibongkar dan dipasang kembali untuk pencetakan beton selanjutnya.

Pemasangan beton pracetak

Pengangkutan modul ke lokasi Untuk beton pracetak yang dibuat di workshop, terlebih dahulu dilakukan survei kemudahan akses jalan dari workshop ke lokasi pekerjaan, untuk pemilihan moda angkutan modul (mobil pickup, truk, tronton, dll). Penempatan modul sebaiknya ditempatkan pada beberapa titik sepanjang saluran untuk mempercepat pengambilan modul ke saluran yang akan dipasang.

Pengangkatan modul Pengangkutan modul bisa dilakukan dengan cara manual, karena masing- masing berat modul sudah dikondisikan mampu diangkat oleh tenaga manusia (minimal 2 orang). Data berat masing-masing modul sebagai berikut : a) Berat modul dinding/lantai (Tipe T) = 41,00 kg/modul b) Berat modul dinding/lantai (Tipe S) = 41,00 kg/modul c) Berat modul siku = 113,00 kg/modul d) Berat modul penutup atas/capping = 40,00 kg/modul e) Berat modul pondasi = 31,00 kg/modul Pengangkatan modul dilakukan dengan alat bantu sederhana (bambu, kayu balok, tambang, dll).

Pemasangan modul a) Apabila dimensi saluran eksisting (saluran lama) lebih kecil dari saluran yang akan dibangun, maka perlu dilakukan bongkaran pada pasangan lama. b) Apabila dimensi saluran eksisting (saluran lama) lebih besar dari saluran yang akan dibangun, maka cukup dilakukan pembersihan dari bongkahan batu, kerikil, akar, sampah yang mengganggu posisi penempatan modul. c) Pasang benang pada saluran sebagai acuan ketinggian dan kerataan modul. d) Ukur dan tandai posisi pondasi setiap jarak 6 meter. e) Gali lubang 45 x 35cm, kedalaman ± 45 cm. f) Sebelum pondasi dipasang, urug pasir setebal ± 5cm untuk lantai dasar pondasi (a). g) Pasang pondasi dan urug kembali (b). Dapat dilihat pada gambar 9.

Untuk jasa pembuatan cetakan panel beton hubungi kami di Wa 08126067928

Info Lainnya : Klik Jasa Pembuatan Cetakan Panel Beton di Medan

Apa itu Paving Block?
Apa itu Gorong-Gorong?

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *