“Penting Mengenal Konsultan Perencana Konstruksi Lebih Dekat di Medan

Info : Klik Penting Mengenal Konsultan Perencana Konstruksi Lebih Dekat di Medan
https://cutt.us/57O9J

Proyek

Proyek adalah suatu kegiatan yang dilakukan dengan waktu dan sumber daya terbatas untuk mencapai hasil akhir yang ditentukan. Dalam mencapai hasil akhir, kegiatan proyek dibatasi oleh anggaran, jadwal, dan mutu, yang dikenal sebagai tiga kendala (triple constraint).

Konstruksi

Kata “Konstruksi”  dapat  didefinisikan  sebagai tatanan/susunan dari elemen-elemen suatu bangunan yang kedudukan setiap bagian-bagiannya sesuai dengan fungsinya. Berbicara tentang konstruksi, maka yang terbayangkan adalah gedung bertingkat, jembatan, bendungan, dam, jalan raya, bangunan irigasi, lapangan terbang dan lain-lain.

Secara umum, konstruksi ada 2 (dua) macam yaitu:

  1. Konstruksi Bangunan Gedung, terdiri atas: bangunan gedung, perumahan, hotel dan lain-lain; dan
  2. Konstruksi Bangunan Sipil, seperti jembatan, jalan, lapangan terbang, terowongan, irigasi, bendungan dan lain-lain.

Kedua macam konstruksi ini memiliki ciri-ciri yang berbeda, seperti yang ditunjukkan dalam tabel berikut:

Konstruksi Bangunan Gedung Konstruksi Bangunan Sipil
·  Menghasilkan tempat orang bekerja (kantor, gudang dan lain-lain);

·  Tempat kerja pada lokasi yang relatif kecil;

·  Kondisi pondasi pada  lokasi yang relatif kecil;

·  Manajemen dibutuhkan  untuk

progressing pekerjaan.

·  Proyek konstruksi mengendalikan alam untuk kepentingan manusia;

·  Pekerjaan berlangsung pada  lokasi yang luas dan panjang;

·  Kondisi pondasi (geologi) pada setiap lokasi sangat berbeda satu dengan yang lainnya;

·  Manajemen dibutuhkan untuk memecahkan permasalahan, bukan  timbul progres.   

Juga dikenal ada 4 (empat) tipe konstruksi, yaitu:

Konstruksi pemukiman (Residental Construction)

Termasuk dalam konstruksi ini antara lain: hunian, rumah tinggal, komplek pemukiman. Penataan yang diperlukan di sini adalah bagaimana menata ruang (lingkungan) dengan mempertimbangkan perkembangan pada masa yang  akan datang (20 tahun mendatang), penata sistem saluran pembuangan dan lain-lain. Adanya permasalahan seperti terjadinya genangan air di dalam kompleks pada hujan menandakan bahwa  manajemen  konstruksi  pada pembangunan kompleks itu tidak bagus.

Konstruksi gedung (Building Construction)

Termasuk di sini gedung perkantoran, gedung kuliah, gedung perbankan dan lain-lain. Penataan yang diperlukan umumnya penataan fasilitas-fasilitas yang disediakan, seperti hidrant, perlunya lift untuk gedung kuliah lebih dari 2 lantai (biasanya yang menggunakan gedung kuliah bukan  saja  mahasiswa, tetapi dosen yang umumnya berusia tua), sistem pengamanan kebakaran dan lain-lain. Adanya gangguan  suara  ribut  dari atap pada saat angin kencang pada suatu gedung kuliah menandakan bahwa manajemen konstruksi pada gedung tersebut juta tidak bagus.

Konstruksi rekayasa berat (Heavy Engineering Construction)

Biasanya pada konstruksi ini, banyak bekerja alat-alat berat sehingga memerlukan penataan sehingga tidak terjadi alat-alat terbengkalai di lokasi karena tidak digunakan, sedangkan biaya sewa peralatan     berat     umumnya.  Terjadinya pengangguran alat-alat berat dan lain-lainnya menandakan manajemen konstruksinya tidak bagus.

Konstruksi industri (Industrial Construction)

Termasuk dalam konstruksi industri ini antara lain pabrik- pabrik dan lain-lain. Penataan yang diperlukan terutama terhadap pengaruh yang ditimbulkannya terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar seperti limbah, polusi dan lain-lain. Untuk itu harus disediakan suatu fasilitas yang dapat mengatasi pengaruh tersebut. Dan fasilitas-fasilitas ini harus ditata sedemikian sehingga dapat berfungsi dengan baik.

Manajemen Proyek

Manajemen proyek adalah proses merencanakan, mengorganisir, memimpin, dan mengendalikan sumber daya perusahaan untuk mencapai sasaran jangka pendek yang telah ditentukan. Manajemen proyek tumbuh karena dorongan mencari pendekatan pengelolaan yang sesuai dengan tuntutan  dan  sifat kegiatan proyek, suatu kegiatan yang dinamis dan berbeda dengan kegiatan operasionil rutin.

Manajemen Konstruksi

Manajemen konstruksi tersusun dari dua kata yaitu “Manajemen” dan “Konstruksi”. Kata  manajemen  berarti  melatih kuda mengangkat kaki, kata konstruksi mempunyai arti susunan ari elemen-elemen bangunan yang kedudukan setiap bagian-bagian sesuai dengan fungsinya.

Selanjutnya dapat disimpulkan suatu definisi dari Manajemen Konstruksi sebagai berikut:

“Manajemen Konstruksi adalah usaha yang dilakukan melalui proses manajemen yaitu perencanaan, pelaksanaan dan pengendalian terhadap kegiatan-kegiatan proyek dari awal sampai akhir dengan mengalokasikan sumber-sumber daya secara efektif dan efisien untuk mencapai suatu hasil yang memuaskan sesuai sasaran  yang diinginkan”.

Dalam buku Manajemen Konstruksi, manajemen konstruksi didefinisikan sebagai:

“Usaha-usaha yang dilakukan dalam  suatu  kegiatan  agar tujuan dari kegiatan tersebut dapat tercapai secara efektif dan efisien”.

Selanjutnya dapat dipahami mengenai bagaimana maksud dair pengaturan/penataan konstruksi yang teratur. Artinya suatu pekerjaan konstruksi, mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan dan sampai konstruksi selesai, kegiatan-kegiatannya tersusun secara berurutan. Misalnya: membuat pondasi dikerjakan setelah  galian  selesai, membuat sloof setelah pondasi selesai dan lain-lain.

Manajemen pada suatu konstruksi merupakan suatu alat untuk mengefektifkan dan mengefisienkan kegiatan-kegiatan pada proyek tersebut. Parameter yang digunakan di sini adalah fungsi waktu dan biaya dari setiap kegiatan proyek konstruksi. Jadi, untuk mengatur/menata kegiatan-kegiatan ini seseorang harus lebih dahulu mengerti dan memahami persoalan dari awal sampai  akhir,  dengan kata lain kita harus memasuki ke dalam konstruksi secara utuh.

Setiap proyek konstruksi, terdapat sumber daya yang akan diproses, pada saat proses inilah diperlukan manajemen agar proses ini berjalan efektif dan efisien, dan diperoleh hasil yang memuaskan. Sumber daya adalah berbagai daya untuk memungkinkan sebuah hasil yang ingin dicapai. Sumber daya itu terdiri dari 6M+I+S+T  yaitu Money (uang), Material (bahan), Machine (peralatan), Man-power (tenaga manusia), Market (pasar), dan Methode (metode) serta Information (informasi), Space (ruang) dan Time (waktu).

Secara skematis ditunjukkan seperti gambar berikut:

Untuk jasa kontraktor hubungi kami di Wa 08126067928

Info Lainnya : Klik Penting Mengenal Konsultan Perencana Konstruksi Lebih Dekat di Medan

Baca Juga :  Harapan Akan Dampak ISSC di Masa Depan
Pekerjaan Arsitektur (Finishing)
Jenis-Jenis Alat Berat Proyek Konstruksi

“Pentingnya Estimasi Biaya Konstruksi Akurat Dan Tepat di Medan Info : Klik Pentingnya Estimasi Biaya Konstruksi Akurat Dan Tepat di Medan Material Konstruksi Material yang digunakan dalam proyek pembangunan Taman Anggrek. Selengkapnya


Continue Reading

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *