“Jasa Pembuatan Pagar Gelombang di Medan

Info : Klik Jasa Pembuatan Pagar Gelombang di Medan

Jasa

Pembuatan Pagar Besi

Berdasarkan studi banding dengan diskusi ke beberapa pemilik hunian di daerah perumahan, bentuk pagar banyak didasarkan pada karakter pemilik hunian. Pemilik yang memang mempunyai sifat terbuka, lebih cenderung mendesain pagarnya dengan lebih rendah dari 120cm. Meskipun desainnya beragam, namun ketinggian yang ada hampir sama sekitar 120cm ke bawah. Saya kemudian mencoba bertamu ke beberapa pemilik hunian dengan pagar ini, untuk ijin memfoto desain pagarnya. Awal bertemu dengan pemilik pagar dengan ketinggian 120cm ke bawah ini juga lebih welcome. Walaupun masih terlihat sedikit perasaan curiga.

Namun untuk pagar dengan ketinggian 120cm ke atas, beberapa dari mereka juga masih menunjukkan sikap yang sedikit bersahabat. Hal yang susah hanya karena sebagian yang keluar awal adalah penjaga rumah, bukan pemiliknya. Untuk hunian yang berhubungan langsung dengan jalan-jalan besar seperti di Medan, khususnya rumah tinggal hampir semua rumah dipasang dengan pagar yang tinggi. Hal ini memang menunjukkan keberhati-hatian pemilik dengan memaksimalkan peran pagar sebagai tameng keamanan awal. Dikaitkan dengan karakter, sebagian besar pemilik memiliki sikap kewaspadaan yang lebih tinggi, namun kemudian survay tidak dilanjutkan karena pagar yang ada, sudah agak sulit dijadikan pencitraan dari pemilik hunian, dikarenakan kondisi di luar memang lebih berbahaya. Untuk di Medan, hampir seluruhnya hunian memiliki pagar di bawah 120cm (kisaran 50cm, bahkan masih banyak rumah yang belum dipagari).

Hal ini didasari oleh adanya budaya sayan, dimana ketika salah satu dari mereka membangun, semua tetangga akan saling bergotong royong bantu membantu untuk menyelesaikan pembangunan rumah. Hal ini hampir mirip dengan arisan rumah. Sehingga dengan adanya kedekatan sosial yang dimulai dari proses membangun rumah, kemudian masyarakat sana merasa risih bila harus membuat pagar, karena takut dianggap tertutup/menutup diri ataupun takut dianggap berlebih dari sisi materi terhadap tetangga-tetangga lain.

Adanya beberapa rumah pendatang, yang memang tidak begitu akrab dengan warga sekitar, yang kemudian mulai merubah kebiasaan ini. Pendatang baru ini membuat rumah yang memang lebih megah dari sekitarnya dengan pagar yang tinggi (diatas 120cm). Ada hal yang wajar dari ketakutan mereka dengan membuat pagar yang tinggi. Hal inilah mungkin yang dulu awalnya terjadi dikota-kota besar pada awal perkembangannya, yang kemudian menjadi tren. Karakter berikutnya adalah transparansi yang dikaitkan dengan bahan penyusunnya.

Pagar secara umum, terbagi atas 3, yaitu pagar transparan, semi transparan dan tertutup penuh.Untuk daerah perumahan dengan keamanan yang tinggi, sebagian besar pagar yang ada terbuat dari material besi besi, baik besi cor, maupun jenis kotak, dengan jarak kisaran 10cm antara 1 dengan lainnya. Pagar ini masih terlihat transparan, namun kemudian dimodifikasi dengan tanaman, sehingga menjadi semi transparan. Ini bertujuan untuk sedikit menutupi, bila ada kegiatan yang penghuni ini lakukan di daerah pagar depan, utamanya hunian-hunian yang langsung berhubungan dengan jalan utama dari perumahan. Untuk perumahan yang tidak berhubungan dengan jalan utama, pagar yang ada masih cenderung transparan, dengan tanaman yang tidak lebih tinggi dari setengah tinggi pagar. Karakter dengan menggunakan material besi ini, masih memungkinkan fisik bangunan terlihat jelas, sehingga tidak menutupi keindahan bangunan.

 

Transparansi pagar ini juga menjadi cerminan karakter pemilik, utamanya yang pagarnya memang dibuat atas keinginan pemilik hunian, bukan pagar yang telah dibuatkan dari developer perumahan. Beberapa hunian di daerah ini juga didesain tertutup dengan bahan pagar dari batu alam masif dengan tinggi 120-150cm.. Namun di beberapa sisi tetap dipadukan dengan pagar besi dan vegetasi, sehingga membuat tampilan pagar tetap menarik. Kelemahannya adalah, yang lebih dominan terlihat adalah tampilan pagar dan menutupi bangunan sampai sekitar separuh fasade hunian, namun desainnya tetap menyatu dengan hunian.

Sewaktu mencoba bertamu, karakter penghuni memang ada sedikit perbedaan dengan pemilik pagar transparan, tapi hanya berlangsung sesaat, setelah itu, sikap mereka kembali wajar dan baik, seperti indahnya desain pagar mereka. Untuk pagar di daerah pedesaan, hampir seluruhnya terbuat dari bahan masif, yaitu pasangan batu bata, dan hanya sedikit yang digabungakan dengan vegetasi. (vegetasi banyak yang berdiri sendiri, bukan sebagai elemen dari pagar).Namun karena tingginya tidak lebih tinggi dari 75cm, membuat kesan masifnya pagar tidak begitu terlihat. Pagar dengan pasangan bata ini banyak didasari karena faktor ekonomis.

Namun ternyata ada sedikit kaitannya terhadap karakter pemilik hunian. Bentuknya yang masih dan keras, sedikit terpancar dari sikat pemilik hunian. Ini mungkin disebabkan sebagian besar mata pencahariannya adalah sebagai buruh bangunan. Namun, bentukan pagar yang tidak begitu tinggi ternyata juga berpengaruh, sehingga kesan keras penghuni juga tidak berlangsung lama. Kondisi ini berbeda dengan hunian yang tidak memiliki pagar. Dari awal saya masuk, penghuni memang sudah bersikap sangat welcome.

Dari berbagai data hasil studi banding, kemudian didesain beberapa alternatif untuk diajukan ke pemilik, desain pagar yang disetujui dan telah diselesaikan pengerjaannya adalah sebagai berikut: Pagar dibuat dengan ketinggian 150cm namun dibuat transparan agar kesan tingginya bisa dihilangkan. Desain utama pagar menggunakan kaca 12mm tempered dengan tujuan untuk memberikan kesan transparan namun tetap diberi lapisan buram agar aktifitas di dalam pagar tetap samar-samar untuk menutup aurat pengguna dari orang jauh (selain tetangga). Untuk melindungi kaca, diberi balok di atasnya namun diberi jarak sekitar 10cm untuk tetap mempertahankan transparansi.

Dasar lain penggunaan kaca adalah karena kaca adalah bahan yang relatif mudah pecah dan mengeluarkan bunyi saat dipecahkan. Berdasarkan hal tersebut diambil resiko untuk menjadikannya sebagai pagar agar pencuri menjadi lebih berfikir untuk masuk ke dalam, selain dengan dibuat transparan, sehingga tidak menarik lagi minat orang untuk masuk ke daerah dalam pagar. Namun aplikasi kaca yang dingunakan sebelumnya sudah diuji dengan dilembari batu .

Kaca dengan ketebalan 12mm yang ditempered untuk menambah kekuatan tekan kaca,ternyata tetap kuat untuk tekanan batu yang dilempar Sisi balok yang atas diberi penghalang tralis yang didesain seperti sulur tanaman. Tujuannya adalah untuk mengurangi resiko melompat ke dalam, namun tidak memberikan kesan seram ke arah luar. Untuk sisi yang bergubungan dengan tetangga dibuat dari papan semen yang diberi jarak yang memungkinkan view tetap terlihat bebas sehingga memudahkan untuk menjalin silaturahmi dengan tetangga tanpa harus keluar rumah. Papan semen dibuat bolak balik agar tidak ada kesan bahwa pagar hanya terlihat baik dari sisi rumah pemilik namun juga baik terlihat dari sisi tetangga.

 

Untuk jasa pembuatan pagar besi hubungi kami di Wa 08126067928

Info Lainnya : Klik Jasa Pembuatan Pagar Gelombang di Medan

Jasa Pemasangan Grating Galvanis
Pembuatan Besi Kasar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *