Mengapa Orang Suka Gunakan Stainless Steel

Supplier Besi Baja di Medan, – Jual Plat Stainless , Jual Besi Hbeam – Besi Wf- Besi Pipa – Besi Cnp – Besi Unp – Besi Siku – Besi Wiremesh – Besi Kanal C & U – Baja Ringan – Besi Nako – Besi Ulir – Besi Cakar Ayam – Besi Bulat – Besi Assental TerLengkap – Termurah – Terpercaya Di Medan. -> Hubungi kami di Wa 08126067928.
Info : Klik Jual Plat Stainless di Medan

Dalam bidang kelautan, bidang yang memiliki lingkungan yang cenderung korosif. Aplikasi dari ilmu korosi tentu saja sangat diperlukan didalamnya. Sebagai contoh korosi pada pintu bendungan yang berada dimuara sungai. Pintu bendungan merupakan bagian penting dari bendungan yang materialnya mengunakan logam. Bendungan yang terletak di muara sungai mengalami 3 kondisi lingkungan yang berbeda, hal itu dikarenakan adanya perbedaan jenis air. Selain itu, ada pengaruh faktor bakteri – bakteri yang terdapat dalam 3 jenis kondisi air yang berbeda dan dapat berperan dalam proses terjadinya korosi.

Oleh sebab itu perlu dilakukan studi terhadap pemilihan material pintu bendungan tersebut akibat adanya 3 kondisi yang berbeda, guna mengetahui jenis, karakteristik serta cara pengendalian dan pencegahan korosi yang terjadi didaerah muara sungai. Pada tugas akhir ini akan dilakukan penelitian lebih lanjut tentang laju korosi pada pelat Stainless Steel (SS) 304 dan 316 dengan variasi pada media korosi. Pengujian dilakukan di lingkungan skala laboratorium. Pada pengujian ini akan menggunakan lima macam media korosi.

Dimana media tersebut diambil langsung dari lingkungan aslinya dan dibedakan atas lingkungan air laut, air sungai dan air campuran (estuari), sedangkan untuk pengujian dua media korosi lainnya menggunakan media bakteri Pseudomonas flourescences dan bakteri Escherichia coli. Penelitian ini dilakukan guna mengetahui laju korosi, karakteristik terhadap plat SS 304 dan 316 dan membandingkan pelat-pelat tersebut untuk tiap-tiap kondisi tersebut. Sehingga dapat ditentukan pengendalian dan pencegahan yang sesuai. Kemudian untuk kedepannya penelitian ini dapat digunakan sebagai masukan informasi pada dunia industri serta berguna untuk perkembangan dunia pendidikan.

Karakteristik Korosi

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk Mengetahui laju korosi pada plat Stainless Steel (SS) 304 dan 316 dengan variasi pada media korosi, membandingkan laju korosi yang terjadi pada masing-masing media untuk menetukan laju korosi terkstrim dan Mengetahui karakteristik korosi yang terjadi terhadap plat Stainless Steel (SS) 304 dan 316 dengan variasi pada media korosi.

Dari tugas akhir ini diharapkan diharapkan bisa memberikan gambaran laju korosi (CPR) dan karakterstik korosi dilingkungan laut, sungai dan estuari pada plat (SS) 304 dan 316, seperti memberikan gambaran seperti apa korosi ekstrim yang terjadi, sehingga dapat menentukan cara yang tepat dalam mengurangi resiko terhadap korosi tersebut, dan selanjutnya juga bisa digunakan sebagai pertimbangan dalam proses pemilihan material yang tepat secara teknis dan ekonomis untuk daerah disekitar muara sungai. Disisi lain, studi ini juga bisa dijadikan refrensi dalam dunia pendidikan khususnya dalam bidang korosi 2.

Prinsip Terjadinya Korosi Stainless Steel yang digunakan di berbagai bidang adalah untuk pertahanan korosi yang paling kuat. Pada atmosfer lingkungan laut, ini menjadi sebuah masalah pada bentuk pengkaratan dalam hubungannya dengan jenis korosi sumur (pitting corrosion) yang disebabkan oleh deposisi dari penguapan garam laut. Uap air yang ada pada atmosfer mungkin berkondensasi dan dari tetesan atau penipisan lapisan elektrolit yang mengandung ion-ion klorida ketika temperatur menurun dan relative humidity (RH) / kelembaban rata-rata meningkat. Jadi, faktor lingkungan seperti temperatur, relative humidity (RH) / kelembaban rata-rata, air hujan dan penguapan garam laut merupakan faktor yang sangat penting untuk kejadian dari korosi sumuran (pitting corrosion) pada Stainless Steel (SS) ditambahkan ke dalam untuk memperoleh sifat tertentu sehingga jenis baja akan beragam. pada lingkungan laut, ketika temperatur menurun dan Relative Humidity (RH) / kelembaban rata-rata meningkat, uap air diudara mungkin mengental dan juga dari tetesan atau lapisan tipis yang mengandung ion klorida pada lapisan permukaan logam.

Pada proses evaporasi, yang mana kenaikan konsentrasi ion klorida untuk tiap tetes, berdasarkan waktu maka temperatur meningkat dan RH menurun. Perubahan tetes klorida mungkin bergantung pada kondensasi dan air hujan, yang mana mempengaruhi laju transport oksigen. Efek dari perubahan ukuran tetes klorida ini perlu dilakukan pengamatan. Studi lanjut tentang pengamatan chlorida untuk korosi sumuran (pitting corrosion) pada Stainless Steels (SS) 304 sekarang ini sangat terbatas, sehingga efek dari tetesan chlorida pada korosi sumuran (piting corrosion) perlu dijelaskan. microbiologically influenced corrosion (MIC) atau bicorrosion phenomenom pada baja adalah masalah serius pada lingkungan perairan dan banyak industri, seperti power generation, petrochemichal, pulp dan kertas, dengan keseriusan keselamatan dan urusan ekonomi. Metal yang secara umum bergantung pada formasi dari kestabilan oxide film ketahanannya terhadap korosi, seperti Stainless Steel yang terutama sekali rentan terhadap MIC, MIC dari Stainlees Steel telah dinyatakan dalam banyak bentuk korosi lokal, yang mana termasuk pitting, cervice, dengan endapan korosi dan stress corrosion cracking.

Dari hasil penelitian dengan menggunakan AFM (atomic force microscopy) ditemukan bahwa pertumbuhan dari bakteri Pseudomonas flourecens pada biofilm Stainless Steel 304 mengalami pertumbuhan yang dinamis dan berkelanjutan pada permukaan Stainless Steel 304 dan menyerang ketebalan dari pelat tersebut sehingga terbentuk localized pit dan meningkat secara linier berdasarkan waktu. Dari hasil analisa diketahui bahwa ditemukan pengurangan Cr dan kekurangan unsur Fe pada pelat Stainless Steel akibat aktifitas dari Pseudomonas fluorescens dengan menggunakan alat XPS ( X-Ray photoelectron spectroscopy).

Baja nikarat austenitik merupakan baja yang mengandung campuran nikel dan Nitrogen dengan bentuk kubus berpusat muka (FCC) pada suhu kamar. Tahanan spesifikasi baja terhadap korosi berbeda –beda sesuai dengan kandungan komposisi penyusunnya. Pada umumnya baja dengan kandungan komposisi molibdenum akan tahan terhadap SCC (stress corrosion cracking) , namun apabila kandungan dari Mo berkisar antara 4-5 % masih rawan terhadap korosi celah (Crevice Corrosion).

Untuk pemesanan plat stainless hubungi kami di Wa 08126067928

Info Artikel Lainnya : Klik Jual Plat Stainless di Medan

 

Jenis dan Fungsi Pipa
Keunggulan Besi Hitam Eser

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *