Tahapan Perancangan Pembuatan Rak

Supplier Besi Baja di Medan, – Harga Rak Besi Siku , Jual Besi Hbeam – Besi Wf- Besi Pipa – Besi Cnp – Besi Unp – Besi Siku – Besi Wiremesh – Besi Kanal C & U – Baja Ringan – Besi Nako – Besi Ulir – Besi Cakar Ayam – Besi Bulat – Besi Assental TerLengkap – Termurah – Terpercaya Di Medan. -> Hubungi kami di Wa 08126067928.
Info : Klik Harga Rak Besi Siku di Medan

Harga

  1. Empathize merupakan langkah penemuan latar belakang masalah dengan mengobservasi keadaan di masyarakat. Menemukan fakta-fakta baik yang positif maupun negatif sebagai dasar dari penemuan masalah.
  2. Define. Menentukan apa yang akan dibuat berdasarkan hasil temuan-temuan observasi sebelumnya. Setelah menentukan produk akhir perancangan, mencari datadata yang mendukung perancangan tersebut. Data yang diperlukan dikelompokanmenjadi beberapa bagian menurut sumber data dan proses pengumpulan data, diantaranya:
  • Data lapangan, merupakan data hasil survey baik hasil dari wawancara, angket, meupun pengamatan langsung, diantaranya berupa kebutuhan aktivitas, kebutuhan ruang dan perabot, karakter, dan sistem perabot.
  • Data pembanding, yang diperoleh dari hasil survey tentang objek sejenis yang memiliki fungsi dan karakter serupa, yang diperoleh dari pengamatan langsung, literatur, dan internet.
  • Data literatur, merupakan data yang mendukung proses perancangan objek dan kebutuhannya, teori, jurnal, pendapat para ahli di bidangnya, serta contoh-contoh objek yang dapat menjadi acuan dan inspirasi bagi perancang dalam proses perancangannya.

Data yang diperoleh tersebut diolah dengan metode kualitatif. Hasil sintesa kemudian menjadi dasar dari konsep awal objek perancangan.

c.   Ideate

Menemukan konsep awal mengenai objek yang di rancang berdasarkan kebutuhan dan batasan yang ada. Mencari ide dengan yang mungkin diwujudkan. Diskusi dengan dosen pembimbing dan klien hingga memperoleh desain final.

  1. Prototype mewujudkan salah satu hasil desain yang dirasa paling tepat dalam skala 1:1. Dari prototype tersebut perancang akan dapat merasakan ruang yang terbentuk dan kemudian menjadi evaluasi.
Baca Juga :  Fungsi Perancah (Scaffolding)

Prinsip-prinsip perancangan produk:

a. Ruang Sempit/Terbatas

Prinsip apartment adalah lahan kecil yang dapat dimanfaatkan untuk tempat tinggal bagi banyak orang karena bangunan dikembangkan secara vertikal. Kebutuhan area yang tidak luas membuat apartment sangat cocok dibangun di tengah kota.

  1. Standarisasi Rancangan

Mengutip dari Karya Tulis Julius Panero & Martin Zelnik tentang Dimensi Manusia dan Ruang Interior, ergonomi/standarisasi desain adalah penyesuaian bentuk (ukuran dan kualitas), dengan pedoman standar yang ditetapkan, pembakuan.

c. Perabot

Kata ‘furniture‘ berasal dari bahasa lain mobile yang berarti movable, dalam bahasa Perancis, mebel disebut ‘fournir’, yang berarti to furnish sehingga diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dengan istilah furniture. Kata ‘mebel’ berasal dari bahasa Perancis yaitu ‘meubel‘, atau dalam istilah bahasa Jerman yaitu ‘mobel’. Mebel digunakan sebagai alat untuk mendukung tubuh manusia, menyimpan atau menampilkan (display) barang, dan membagi ruangan (partisi). Mebel dikategorikan sesuai dengan kegunaan sosial, yaitu healthcare, hospitality, kantor, rekreasi, agama, hunian, toko, dan penyimpanan. Secara keseluruhan, mebel berbentuk freestanding atau bersifat ‘yang dapat dipindahkan’, namun ada pula jenis mebel yang built-in (tidak dapat dipindahkan), biasanya dipasang pada dinding, lantai, atau ceiling. Mebel berfungsi untuk mendukung aktivitas hidup manusia, mulai dari duduk, tidur, bekerja, makan, bermain, dan sebagainya. Selain itu, mebel berfungsi pula memberikan kenyamanan dan keindahan bagi para pemakainya.

d. Warna

Warna memiliki 5 fungsi yang berbeda, yaitu:

  • Warna sebagai compositional element, membentuk ruang.

Elemen pembentuk ruang mencakup warna, pencahayaan, dan material. Beberapa warna dapat dikomposisikan untuk menyatukan ruang interior. Warna juga dapat dikomposisikan untuk menyatukan ruang interior. Warna juga menciptakan focal point dan dapat mengkamuflasekan area. Kunci dalam komposisi warna adalah kompleksitas, keseimbangan, kontras, hubungan, interaksi, dan integrase.

  • Warna sebacai communication, menciptakan makna.

Manusia berkomunikasi dengan menafsirkan arti warna. Warna yang ekspresif dan  dapat menjadi simbol. Kunci warna sebagai alat komunikasi adalah identitas, konsep,

Baca Juga :  Menyusun Organisasi Proyek Konstruksi

suasana, waktu, dan ruang.

  • Warna sebagai preference, merefleksikan individualistis atau tren pasar.

Hal ini mempengaruhi proses desain, karena antara desainer dank lien memiliki  warna favorit yang berbeda Kesenangan seseorang akan warna juga dapat dipengaruhi oleh tren pasar saat ini. Kunci warna sebagai tren pasar adalah warna khas, identitas diri, dan warna pasar.

  • Warna sebagai response, membangkitkan emosi dan respon.

Warna mempengaruhi berbagai macam emosi manusia. Hubungan keduannya nyata, namun tidak dapat sepenuhnya dipahami. Kunci warna sebagai pembangkit emosi dan respon yaitu tentang psikologi, respon perilaku termasuk di dalamnya orientasi spasial dan kinerjanya.

  • Warna sebagai pragmatics, merespon sekitar.

Warna dalam desain juga merefleksikan realita. Kondisi yang ada juga mempengaruhi pemilihan warna. Biasanya pemilihan warna tergantung pada keadaan material yang digunakan, kemudian warna yang alin mengikuti supaya sesuai. Kunci warna sebagai respon lingkungan adalah sumbernya, kondisi, perawatan, dan faktor ketahanan.

e.  Pemilihan Material

Salah satu alat yang sangat membantu dalam menentukan dampak sebuah materuil atau produk pada lingkungan adalah life cycle assessment – LCA. Apabila hasil suatu analisa terhadap suatu material atau produk sepanjang masa pakainya berakhir pada pembuangan sampah, hal ini disebut “cradle to cradle” yang menyatakan perusakan pada lingkungan global, sedangkan apabila masa pakai suatu material atau produk tidak berakhir pada pembuangan sampah, namun melalui sebuah proses daur ulang dan dapat menjadi sumber produk yang baru, hal tersebut disebut “cradle to cradle” yang menunjukkan bahwa material tersebut ramah lingkungan. Dengan menggunakan metode LCA seluruh siklus material mulai dari proses pemilihan bahan hingga sistem pembuangan harus dijaikan pertimbangan untuk menentukan apakah material tersebut dapat dikatakan sebagai material ekologis.

Untuk pemesanan rak besi siku Hubungi kami di Wa 08126067928

Info Artikel Lainnya : Klik Harga Rak Besi Siku di Medan

 

Pasaran Scaffolding di Medan

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *