“Jasa Hardchrome di Medan

Info : Klik Jasa Hardchrome di Medan

Jasa

Pelapisan Krom Keras (Hard Chrome Plating)

Lapisan hard chrome merupakan sebutan untuk lapisan khrom yang memiliki sifat mekanis sangat keras (hard). Sebutan lain untuk lapisan hard chrome adalah functional chrome plating. Disebut demikian karena lapisan hard chrome lebih banyak dimanfaatkan untuk keperluan engineering.

Sifat-sifat yang dimiliki oleh lapisan hard chrome adalah :

  • Tidak membutuhkan undercoat berupa lapisan nikel.
  • Mempunyai tingkat kekerasan yang tinggi yaitu sekitar 55-60 HRc (skala Rockwell C).
  • Tingkat ketebalan lapisannya tergolong cukup tinggi yaitu sekitar 1-1000 μm.
  • Lapisannya memiliki microcrack.
  • Tahan terhadap gesekan dan aus.
  • Tahan terhadap korosi.

Beberapa produk yang dapat ditemui telah memanfaatkan penggunaan lapisan hard chrome diantaranya adalah :

  • Pump Shafts & Rotors.
    • Hydraulic Rams & Cylinders.
    • Print Rollers.
    • Gear Shafts.
    • Motorcycle Forks.
    • Cutting Tools.
    • Mold & Dies.
    • Textile Guide.
    • Ball Valve.

Standarisasi Lapisan Hard Chrome

Standarisasi lapisan hard chrome pada suatu produk ditentukan melalui tebal lapisan khrom beserta kekerasan lapisannya. Senyawa-senyawa kromium mempunyai cukup banyak manfaat. Sepuhan kromium banyak digunakan (chrome plating) banyak digunakan pada peralatan sehari-hari, pada mobil dan sebagainya, karena lapisan kromium ini sangat indah, keras, dan tahan korosi. Selain itu, lapisan kromium juga menghasilkan warna yang mengkilat sehingga logam ini memberikan manfaat tambahan sebagai alat dekoratif (Sugiyarto dan Suyanti, 2010 ).

Pada pelapisan kromium dengan proses electro chromium plating dipakai kromium (III) oksida, Cr2O3, yang dilarutkan dalam H2SO4 sebagai elektrolit. Ion Cr3+ akan tereduksi menjadi logam kromium yang akan melapisi logam lain yang dipasang sebagai katoda, jika suatu logam langsung dilapisi dengan kromium, biasanya hasil lapisan ini mudah retak. Untuk memperoleh lapisan yang baik, kuat dan tidak retak-retak, logam yang akan dilapisi dengan kromium harus terlebih dahulu dilapisi dengan tembaga atau nikel.

Proses penyepuhan juga dapat digunakan kromium (VI) oksida, CrO3. Larutan elektrolit dibuat dengan melarutkan kromium (VI) oksida, CrO3 dalam air sehingga membentuk asam dikromat H2Cr2O7. Dalam penyepuhan ini dapat ditambahkan sedikit H2SO4 sebagai katalis agar mempercepat pelapisan kromium (Hiskia, 2001). Proses penyepuhan ini berbeda dengan penyepuhan lainnya. Sebagai anoda tidak digunakan logam kromium, karena logam ini mudah melarutdalam larutan asam. Anoda yang digunakan adalah aliasi Pb-Sn, yang tidak larut dalam asam kromat.

Kromium penting dalam paduan logam dan digunakan dalam  “stainles steel”. Senyawa kromium mempunyai warna yang sangat menarik dan digunakan sebagai pigmen seperti kuning krom (timbal (II) kromat) dan hijau krom (kromium (III) oksida). Suatu senyawa yang indah sekali adalah jamrud (emerald). Batu permata ini terbentuk jika sebagian ion aluminium dalam mineral beril, Be3Al2 (Si6O18) diganti oleh ion kromium (III).

Selain itu, kromium dioksida, CrO2, yang berwarna coklat gelap, bersifat magnetik dan konduktor listrik yang tinggi, benyak digunakan sebagai bahan pita rekaman. Kromium (III) oksida, Cr2O3, dan kromat, PbCrO4, dapat digunakan sebagai bahan pewarna cat dan gelas. Dikromat, Na2CrO7, dapat digunakan sebagai oksidan dalam industri kimia. Dalam proses penyamakan, kulit yang akan disamak dibasahi dengan larutan dikromat, kemudian direduksi dengan gas SO2 sehingga terbentuk kromi sulfat basa, Cr(OH)SO4. Kolagen merupakan jenis protein utama dalam kulit, akan bereaksi membentuk senyawa kompleks kromi, dan senyawa ini mengakibatkan kulit menjadi bersifat liat, lentur, dan tahan terhadap kerusakan biologis.

Larutan dikromat juga digunakan dalam proses “analisa nafas”, yaitu cara untuk menentukan kadar etanol dalam darah. Dalam hal ini, uap alkohol dalam nafas dialirkan melalui larutan dikromat, dan konsentrasi alkohol dapat diperkirakan dari perubahan warna ion dikromat (Hiskia, 2001). Reaksi yang berlangsung dalam proses tersebut adalah reaksi redoks.

Pada pelapisan krom keras, krom diendapkan pada logam dasar secara langsung tanpa melalui pelapisan perantara. Biasanya lapisan ini lebih tebal dari lapisan krom dekoratif. Berbeda dengan lapisan tembaga dan nikel dimana logam yang berfungsi sebagai anoda yaitu tembaga dan nikel. Untuk pelapisan krom, logam krom tidak akan berfungsi dengan baik sebagai anoda, sehingga dalam pelapisan krom digunakan anoda yang tidak larut yaitu lead (Pb).

Pelapisan chrome menggunakan bahan dasar asam chromeat, dan asam sulfat sebagai bahan pemicu arus, dengan perbandingan campuran yang tertentu. Perbandingan yang umum bisa 100 : 1 sampai 400 : 1. Jika perbandingannya menyimpang dari ketentuan biasanya akan menghasilkan lapisan yang tidak sesuai dengan yang diharapkan. Faktor lain yang sangat berpengaruh pada proses pelapisan chrome ini adalah temperatur cairan dan besar arus listrik yang mengalir sewaktu melakukan pelapisan. Temperatur pelapisan bervariasi antara 35 °C sampai 60 °C dengan besar perbandingan besar arus 18 A/dm2 sampai 27 A/dm2.

Elektroda yang digunakan pada pelapisan chrome ini adalah timbal (Pb) sebagai anoda (kutub positif) dan benda yang akan dilapis sebagai katoda (kutub negatif). Jarak antara elektroda tersebut antara 9 cm sampai 29 cm. Sumber listrik yang digunakan adalah arus searah antara 10 – 25 Volt, atau bisa juga menggunakan aki mobil.

Untuk jasa Hardchrome Hubungi kami di Wa 08126067928

Info Lainnya : Klik Jasa Hardchrome di Medan

Proses Pengerasan (hardening)
Jenis Profil Gigi pada Roda Gigi

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *