“Jasa Pemasangan Pagar Panel Precast Berkualitas di Medan

Info : Klik Jasa Pemasangan Pagar Panel Precast Berkualitas di Medan

https://cutt.us/HiaNC

Analisa Beton pada Pondasi Jembatan

Jembatan beton adalah bangunan jembatan yang strukturnya menggunakan material beton bertulang khususnya pada bangunan atas (upper structure). Dalam hal ini mutu beton menjadi suatu hal yang sangat penting. Mutu beton dipengaruhi oleh:

  • Mutu material : pasir, batu pecah, semen,
  • Mutu alat : pencampur, pengangkut,
  • Mutu perencanaan campuran (mix design).
  • Mutu
  • Mutu proses
  • Mutu

Jembatan ditinjau dari material strukturnya dapat diurutkan sebagai berikut :

  1. Jembatan kayu / bamboo.
  2. Jembatan baja.
  3. Jembatan beton.
  4. Jembatan komposit (beton dan baja).

Yang dibahas lebih lanjut adalah metode konstruksi jembatan beton, meliputi  berbagai jenis struktur jembatan dari jembatan biasa, jembatan lengkung dan  jembatan kabel.

Fungsi

Secara umum, fungsi jembatan jenis apa pun sama, yaitu : Bangunan yang menghubungkan secara fisik untuk keperluan pelayanan transportasi dari tempat ujung satu ke ujung lainnya, yang terhalang oleh kondisi alam atau bangunan lain. Secara fisik, fungsi jembatan menghubungkan dua tempat yang terhalang oleh kedua kondisi, yaitu :

kondisi alam, seperti : sungai, lembah, selat (disebut bridge).

Kondisi bangunan atau jalan yang telah / akan ada (disebut fly over/viaduct). Problem yang dihadapi dua macam jembatan tersebut berbeda, yaitu:

Jembatan (bridge) : arus air atau kedalaman air yang dapat menyulitkan proses pelaksanaan jembatan. Jembatan layang (fly over) : fungsi bangunan/jalan yang ada di bawahnya tidak boleh terganggu selama proses pelaksanaan jembatan layang. Oleh karena itu diperlukan pengaturan lalu-lintas selama proses pelaksanaan jembatan.

Dalam pelaksanaan jembatan, hambatan utamanya adalah kondisi fisik alam setempat yang cukup diatasi dengan teknologi. Sedangkan dalam pelaksanaan jembatan layang, hambatan utamanya adalah kondisi fungsi sosial setempat yang tidak cukup diatasi dengan teknologi saja, tetapi harus dengan manajemen yang baik, agar tidak merugikan fungsi sosial yang ada, terutama lalu-lintas (traffic) yang ada. Karena itu sebelum proyek dimulai, harus dilakukan manajemen lalu-lintas (traffic management), untuk menjamin lalu-lintas tetap dapat berfungsi.

Jenis Jembatan Beton

Untuk menjalankan fungsinya, jembatan menghadapi dua jenis hambatan, yaitu :

Tantangan alam, tempat lokasi jembatan, yaitu masalah bentang.

Karena beban yang harus dipikul semakin besar, sesuai dengan meningkatnya keperluan transportasi, yaitu masalah mutu material.

Untuk melayani tantangan tersebut, struktur jembatan juga berkembang dalam jenis-jenis desainnya, yaitu:

Jembatan beton biasa (conventional), dapat melayani bentang yang terbatas, tidak terlalu panjang, secara layak.

Jembatan prestressed, dapat melayani bentang yang lebih panjang secara lebih layak, karena sistem stressing yang menimbulkan momen sekunder yang berlawanan.

Jembatan lengkung, dapat melayani bentang yang lebih panjang dibanding jembatan yang lurus, karena dapat memanfaatkan kekuatan beton yaitu: kuat tekan.

Jembatan cable-stay atau jembatan gantung, dapat melayani bentang (antarpilar) yang sangat panjang, karena merupakan kelipatan dari jarak kabel yang ada. Di samping perkembangan jenis desain tersebut, mutu material beton dan baja penulangan juga mengalami peningkatan, seperti contoh berikut sebagai dasar perhitungan struktur:

Kekuatan desak beton dari 75 kg/cm2 meningkat mencapai lebih dari 500 kg/cm2.Kekuatan tarik baja penulangan dari 1200 kg/cm2 meningkat mencapai 4000 kg/cm2.

JEMBATAN CABLE STAY

Konsep penggunaan incline cable untuk menahan balok jembatan bukan hal baru. Konsep tersebut telah mengalami evolusi sehingga mencapai kemajuan seperti yang dapat dilihat pada struktur jembatan-jembatan cable stayed saat ini. Pembaruan yang modern tentang jembatan tersebut dimulai pada tahun 1955, yang semula menggunakan deck dari baja untuk jembatan dengan bentang yang panjang, akhirnya dapat dikembangkan penggunaan deck dari beton bertulang (prestressed).

Penggunaan cable juga berkembang dari satu menjadi banyak sesuai dengan bentang yang ingin dicapai. Jembatan Danau Maracaibo Bridge di Venezuela dengan menggunakan deck prestressed concrete dan bentang tengah sepanjang 400 meter, dinyatakan sebagai jembatan cable stay pertama yang modern pada tahun 1962.

Kelebihan

Kelebihan / keunggulan jembatan cable stay dapat dinyatakan sebagai berikut:

Tinggi balok (girder) relatif sangat pendek dibanding dengan panjang bentang (bentang teknis yang sebenarnya adalah jarak antar-cable). Struktur beton deck tidak begitu aerodinamik. Gaya horizontal dari cable stay merupakan gaya tekan bagi beton deck. Jumlah cable baja yang digunakan relatif kecil. Defleksi akibat beban hidup kecil. Pelaksanaan mudah.

Sistem Struktur 

Jembatan cable stayed terdiri dari tower, pier, girder dan cable. Secara mendasar cable stayed bridge dibagi dalam empat sistem, yaitu:

Floating System

Supporting System

Monolithic System

Frame System

Floating system telah digunakan secara luas. Pada sistem ini tower dan pier dicor menjadi satu blok dan bagian girder pada tower digantung dengan cable vertikal. Keuntungan dari tipe ini adalah terletak pada kesederhanaan struktur serta baik / cocok untuk menahan gempa.

Tower

Sebagian jembatan cable stayed yang telah selesai, memiliki tower berbentuk portal dengan balok horizontal sebagai penghubung. Pada dasarnya bentuk tower terbagi dalam dua macam, yaitu:

Bentuk huruf A (A shape)

Bentuk huruf H (H shape)

Untuk jasa pemasangan pagar panel hubungi kami di Wa 08126067928

Info Lainnya : Klik Jasa Pemasangan Pagar Panel Precast Berkualitas di Medan

BETON PRACETAK - PRECAST CONCRETE   
Pengaspalan Jalan Desa

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *