“Pembuatan Screening Cangkang Sawit Berkualitas di Medan

Info : Klik Pembuatan Screening Cangkang Sawit Berkualitas di Medan

https://cutt.us/dl6xo

Pengaruh Galvanisasi terhadap Benda

Benda kerja yang berupa baja karbon bukan paduan, baja paduan rendah dan besi cor pada umumnya cocok untuk digalvanis. Apabila logam ferro lainnya akan digalvanis, maka pihak pemakai sebaiknya memberikan informasi yang cukup kepada pabrik galvanis tentang jenis dan spesifikasi baja untuk menentukan apakah logam tersebut dapat digalvanis dengan hasil yang memuaskan. Baja free-cutting dengan kandungan sulfur, pada umumnya tidak cocok untuk digalvanis.

Kondisi permukaan

Permukaan benda kerja harus dibersihkan sebelum dicelupkan ke dalam cairan seng. Metode pembersihan permukaan yang disarankan adalah metode pengasaman (acid pickling). Pengasaman yang berlebihan harus dihindari. Kontaminan permukaan yang tidak dapat dihilangkan dengan pengasaman, contohnya lapisan karbon (seperti residu minyak), minyak, gemuk, cat, kerak las dan ketidakmurnian lainnya harus dihilangkan sebelum diasamkan. Tanggung jawab untuk kondisi tersebut harus disepakati antara pihak pemakai dan pabrik galvanis.

Hasil coran harus sebebas mungkin dari porositas permukaan, dan lubang–lubang penyusutan harus dibersihkan dengan semburan pasir (shot blasting).

Pengaruh kekasaran permukaan baja pada ketebalan lapisan galvanis

Kekasaran permukaan baja mempunyai pengaruh pada ketebalan dan struktur lapisan. Pengaruh ketidakrataan permukaan baja pada umumnya tetap kelihatan setelah digalvanis.

Permukaan baja yang kasar sebagai hasil dari penyemburan pasir, gerinda dan lain– lain sebelum diproses pengasaman memberikan suatu ketebalan lapisan yang lebih tebal daripada permukaan yang diperoleh hanya dengan pengasaman saja.

Pemotongan dengan api akan merubah komposisi dan struktur baja pada lokasi yang terpotong, sehingga ketebalan lapisan yang diberikan pada 6.2, dan Tabel 2 serta Tabel 3, sangat sulit untuk dicapai. Dalam rangka untuk mencapai ketebalan lapisan ini, maka permukaan potong harus digerinda oleh pemesan / fabrikator.

Pengaruh elemen reaktif dalam logam dasar terhadap penampilan dan  ketebalan lapisan seng

Kebanyakan baja dapat digalvanis dengan hasil yang memuaskan. Beberapa elemen reaktif dalam baja seperti Silicon (Si) dan Phosphor (P) dapat mempengaruhi hasil galvanis. Komposisi permukaan baja mempunyai pengaruh pada ketebalan dan penampilan lapisan galvanis. Pada tingkat komposisi tertentu, Silicon dan Phosphor

dapat memberikan lapisan yang tidak rata, terang dan/atau gelap kusam abu–abu, yang mudah terkelupas dan tebal.

Tegangan dalam logam dasar

Beberapa tegangan dalam benda kerja akan dilepaskan selama galvanisasi yang mungkin dapat menyebabkan deformasi.

Benda kerja yang telah mengalami proses dingin (cold working), misal ditekuk, bisa menjadi getas, tergantung pada jenis bajanya dan tingkat kerja dinginnya. Proses galvanis merupakan suatu bentuk perlakuan panas, yang dapat mempercepat proses kerapuhan, jika baja sudah rentan. Untuk menghindari resiko kerapuhan, baja yang tidak rentan terhadap proses pengerasan dapat digunakan. Jika baja dianggap rentan terhadap adanya regangan kerapuhan, jika memungkinkan hindari kerja dingin yang berat. Apabila kerja dingin yang berat tidak dapat dihindari, maka tegangan dapat dilepaskan dengan perlakuan panas sebelum dilakukan pengasaman dan galvanisasi.

CATATAN: Kerentanan terhadap pengerasan regangan dan resiko kerapuhan pada prinsipnya disebabkan oleh kandungan nitrogen dalam baja, yang hal itu tergantung pada proses pembuatannya. Sebagai petunjuk umum, permasalahan ini tidak akan muncul di dalam industri pembuatan baja yang modern. Baja yang tidak mengandung aluminium adalah yang paling tidak rentan terhadap pengerasan regangan.

Baja yang dikenai perlakuan panas atau pekerjaan dingin bisa diperlunak oleh panas dalam ketel galvanis dan sebagian regangan yang bertambah karena perlakuan panas dan pengerjaan dingin akan hilang.

Baja diperkeras (hardened steel) dan/atau baja tegangan tarik tinggi (high tensile steels) bisa mengandung tegangan dalam yang tinggi sehingga proses pengasaman dan galvanisasi dapat meningkatkan resiko keretakan benda kerja di dalam ketel galvanis. Resiko keretakan ini dapat dikurangi dengan melepaskan tegangan sebelum proses pengasaman dan galvanisasi.

Baja struktur normalnya tidak mengalami kerapuhan dengan adanya penyerapan hidrogen selama proses pengasaman. Hidrogen yang masih tersisa (jika ada) pada umumnya tidak akan mempengaruhi baja struktur. Dengan baja struktur, hidrogen yang terserap dikeluarkan selama proses galvanisasi. Jika baja lebih keras dari 34 HRC, 340 HV atau 325 HB (lihat ISO 4964), perhatian penuh perlu diberikan untuk meminimalkan penyerapan hidrogen selama persiapan permukaan.

Pengalaman menunjukkan bahwa penanganan baja khusus, prosedur pra-treatment, perlakuan panas dan mekanis, pengasaman dan galvanisasi telah memuaskan. Hal ini berarti bahwa untuk baja kombinasi, prosedur pra-treatment, perlakuan panas dan mekanis, pengasaman dan galvanisasi diharapkan tidak pula ada masalah.

Benda kerja yang luas atau baja tebal

Waktu penanganan yang lebih lama diperlukan di dalam ketel galvanis untuk benda kerja yang luas, dan ini, seperti sifat metallurgisnya karena metode manufaktur yang normal, dapat menyebabkan terbentuknya lapisan galvanis yang tebal.

Galvanisasi

Sejumlah kecil elemen paduan dapat ditambahkan ke dalam ketel galvanis (mengacu kepada persyaratan 4.1) sebagai bagian dari teknik pemrosesan dari pabrik galvanis, yang biasanya untuk mengurangi pengaruh dari Silicon dan Phosphor (lihat C. 1.4) atau untuk memodifikasi penampilan permukaan dari lapisan galvanis. Penambahan ini tidak akan mempengaruhi mutu secara umum atau ketahanan korosi untuk jangka panjang dari lapisan tersebut dan juga tidak akan mempengaruhi sifat–sifat mekanis dari produk galvanis. Itu semua tidak perlu untuk distandardisasikan.

Desain dari benda kerja yang akan digalvanis harus sesuai dengan proses galvanisasi. Pemakai harus mencari saran dari pabrik galvanis sebelum mendesain atau membuat suatu produk yang akan digalvanis, karena mungkin perlu untuk menyesuaikan konstruksi benda kerja dengan proses galvanisasi (lihat lampiran B).

Toleransi ukuran pada bagian berulir

Ada dua cara berbeda untuk membuat kelonggaran, yaitu dengan membuat ulir lebih dangkal pada baut, atau dengan membuat ulir lebih dalam pada mur. Untuk pengencang, lihat pada dokumen pengencang yang relevan. Pada umumnya, kelonggaran harus dibuat pada pasangan mur – baut untuk mengakomodasikan ketebalan lapisan. Tidak ada persyaratan lapisan untuk ulir dalam yang diulir atau diulir ulang setelah galvanisasi.

Untuk komponen berulir, setelah digalvanis harus segera diproses sentrifugal atau dibersihkan untuk menjamin kebersihan ulir.

CATATAN 1 Lapisan ulir luar (baut) secara galvanis akan melindungi ulir dalam pada saat dirakit. Oleh karenanya, tidak diperlukan lagi lapisan pada ulir dalam.

CATATAN 2 Ulir yang terlapis harus mempunyai kekuatan yang memadai untuk memenuhi persyaratan desain.

 

Hubungi kami di Wa 08126067928

Info Lainnya : Klik Pembuatan Screening Cangkang Sawit Berkualitas di Medan

Membangun Pabrik Kelapa Sawit
Jasa Pemasangan Grating Galvanis di Medan

Tahapan Galvanisasi Adapun  tahapan-tahapan  dan  peralatan  yang  dibutuhkan    dalam    proses    pelapisan    Hot    dip galvanizing sebagai berikut : Menimbang benda    kerja    yang    kemudian    dirangkai menjadi satu bagian Melakukan proses  degreasingyang  berfungsi. Selengkapnya


Continue Reading

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *