“Harga Jendela Kaca Aluminium di Medan

Info : Klik Harga Jendela Kaca Aluminium {Terbaik|Termurah|Terpercaya|Murah|} { di Medan| di Sumatera Utara | di Kota Medan | di Sumut|}

Harga

Sifat dan Struktur Kaca

Kaca adalah material transparan. Karakteristik transparan ini yang menyebabkan kaca dianggap sebagai material yang ringkih dan kurang dapat menahan beban atau tekanan. Pendapat ini dapat dibenarkan untuk kaca-kaca yang diproduksi pada masa lampau. Namun tidak demikian untuk kaca-kaca produksi masa kini, dengan berbagai macam jenis yang telah dimungkinkan memiliki kekuatan yang memadai untuk menahan. Sifat-sifat mekanis kaca perlu dipelajari dan menjadi bahan pertimbangan ketika memilih kaca sebagai material bangunan untuk menggantikan material konvensional.

Struktur Kaca

Kaca terbentuk dari proses pembekuan dari lelehan. Struktur kaca dapat dibedakan dengan jelas dari cairan karena struktur kaca tidak bergantung pada temperatur. Hal  tersebut ditunjukkan oleh yang menunjukkan volum spesifik kristal, cairan, dan kaca sebagai fungsi temperatur. Pada pendinginan cairan, ada perubahan diskontinu pada volum pada temperatur lebur (Tm) bila terjadi kristalisasi. Tetapi bila kristalisasi tidak terjadi, volum cairan menurun dengan laju yang sama dengan laju pada temperatur di atas temperatur lebur sampai ada penurunan koefisien ekspansi pada rentang temperatur transisi gelas (glass transition) (Tg). Transisi gelas adalah transisi dari lelehan gelas menjadi kaca padat.

Kaca adalah produk anorganik yang rigid, dihasilkan melalui proses pencairan bahan baku (sebagaimana diuraikan pada Bab II), yang mengalami pendinginan yang cepat sehingga tidak terbentuk struktur kristal dengan susunan atom yang teratur. Susunan atom kaca berbeda dengan bahan kristalin, seperti kuarsa dan safir.

Sifat kaca

Kaca memiliki sifat yang cakupannya lebar; beberapa jenis kaca sangat keras sedangkan lainnya mudah larut dalam air. Sifat-sifat ini kemudian akan dikuantifikasi. Sifat-sifat mana yang penting bergantung pada aplikasinya. Pada umumnya, orang yang banyak bekerja dengan bahan kaca, tertarik pada sifat-sifat berikut:

  • Optik (akan dibahas pada Bab VI)
  • Ketahanan kimiawi
  • Mekanik
  • Listrik (tidak dibahas lebih jauh).
Baca Juga :  Harga Jendela Kaca Aluminium di Medan

Ketahanan kimiawi kaca

Ketahanan kimiawi kaca adalah ukuran daya tahan kaca saat terkena bahan kimia. Penting untuk dipahami bagaimana kaca bereaksi terhadap asam dan basa, termasuk yang terkandung dalam air hujan atau kelembaban di udara. Biasanya, hanya lapisan permukaan kaca yang terkena paparan air atau cairan lainnya, namun beberapa komposisi kaca yang  lebih khusus, seperti fosfat atau chalcogenides, dapat menurunkan atau bahkan melarutkan bagian dalam kaca karena kelembaban di udara.

Berbeda dengan material konvensional yang selama ini lebih banyak digunakan sebagai material bangunan, kaca memiliki beberapa sifat yang unik, yaitu tidak mempunyai sifat kimia yang aktif, artinya kaca sulit bereaksi dengan bahan (kimia) lain dan tidak mudah teroksidasi oleh keadaan lingkungan. Keunikan ini membuat kaca dianggap sebagai material yang paling sesuai untuk menyimpan bahan kimia yang bersifat korosif, misalnya asam atau alkali. Kaca memiliki sifat-sifat yang khas jika dibandingkan dengan golongan keramik lainnya. Hal ini terutama dipengaruhi oleh keunikan silika (SiO2) yang merupakan material penyusun utama kaca dan proses pembentukannya. Meski nampak berat dan keras, kaca sesungguhnya adalah material yang bisa didaur-ulang atau diolah lagi. Daur ulang yang paling utama adalah untuk diolah kembali menjadi kaca (Ing: cullet).

Sebagian besar kaca komersial, termasuk kaca silika, skaca oda kapur silikat, dan kaca borosilikat, memiliki daya tahan kimia yang tinggi. Hal ini disebabkan kaca ini memiliki ikatan yang kuat antar atom dan adanya konektivitas jaringan yang tinggi. Untuk komposisi kaca yang kurang tahan lama, seperti fosfat atau chalcogenides, degradasi terjadi saat kaca terkena bahan kimia yang menyebabkan ikatan jaringan lemah dan selanjutnya pecah. Terdapat banyak cara untuk melakukan tes ketahanan kimia kaca. Tes ini diperlukan saat kaca hendak diperuntukkan bagi aplikasi kaca yang khusus. Standar ASTM C225 menyebutkan tiga jenis tes untuk mengukur ketahanan kaca menggunakan sistem kontainer tes, yaitu:

  • Mengukur ketahanan kontainer kaca yang diisi larutan dengan pH < 5.
  • Mengukur ketahanan kontainer kaca yang diisi larutan dengan pH >
  • Mengukur laju pelarutan kaca dalam bentuk serbuk dalam air destilasi dan
Baca Juga :  Pintu Kaca Aluminium

Ketiga tes ini dilakukan dengan menggunakan bejana bertekanan (autoclave) yang dipanaskan pada temperatur 121ºC. Suhu yang tinggi akan mempercepat proses pelarutan. Mengingat pentingnya pH dan unsur dalam larutan yang digunakan dalam tes, seperti kandungan CO2, maka dalam semua tes tersebut harus dijelaskan persiapan air dan reagen yang digunakan dalam tes. Selain faktor pH dan suhu, rasio luas permukaan/volum larutan juga penting. Saat unsur kaca memasuki larutan, terjadi perubahan pH yang kemudian dapat menyebabkan perubahan pada laju pelarutan. Tes cuaca juga bisa dilakukan, di mana kaca terkena uap air dan penurunan berat kaca diukur.

Untuk pemesanan jendela kaca aluminium hubungi kami di Wa 08126067928

Info Lainnya : Klik Harga Jendela Kaca Aluminium di Medan

Alat dan Mesin Mengerol
Proses Pembuatan Teralis

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *