“Jasa Custom Baut dan Mur di Medan

Info : Klik Jasa Custom Baut dan Mur di Medan

Jasa

Proses Produksi Mur dan Baut

Benda kerja yang dibuat oleh manusia umumnya terdiri dari berbagai komponen. Proses pembuatannya tentu melalui proses pengerjaan dan perlakuan yang berbeda sehinggauntuk  dapat merangkainya menjadi sebuah benda utuh, elemen penyambung sangatlah diperlukan.

Melihat fungsinya, elemen penyambung sudah pasti akan ikut mengalami pembebanan saat benda yang dirangkainya dikenai beban. Ukurannya akan lebih kecil dari elemen yang disambung sehingga akan mengakibatkan beban terkonsentrasi terhadap sambungan tersebut.

Ada dua jenis sambungan, yaitu sambungan tetap dan sambungan tidak tetap.  Sementara mur dan baut ini merupakan contoh dari sambungan tidak tetap (semi permanent), yaitu sambungan yang dapat dibongkar pasang selagi masih dalam kondisi normal.

Proses Pembuatan

Pembuatan baut

Ada beberapa langkah yang harus dilakukan agar dapat menghasilkan benda kerja berbentuk baut. Langkah-langkahnya yaitu :

Pemotongan benda kerja

Ini merupakan langkah awal yang harus dilakukan. Silinder pejal dengan diameter 20 cm dan panjang 25 cm dipotong. Pemotongan dilakukan dengan dua alat, yaitu gergaji besi dan gergaji tangan.

Pemotongan dengan gergaji mesin, benda kerja ditempatkan tepat di bawah pisau pemotongnya, kemudian di potong sehingga panjang yang terbentuk adalah 9,5 cm. memotong dengan mesin ini menghasilkan permukaan yang halus dan memakan waktu yang tidak lama. Sebelumnya, ukur dahulu panjang baut yang akan dibuat dengan menggunakan jangka sorong.

Memotong menggunakan mesin harus sangat hati-hati karena akan menimbulkan percikan api dan suara yang keras. Maka dari itu, ketika memotong, diharuskan menggunakan APD berupa kacamata dll.

Pembubutan

Setelah dipotong, kemudian silinder dibubut. Sebelumnya ukur terlebih dahulu bagian yang akan dibubut dengan menggunakan jangka sorong dan penggaris. Panjang silinder yang akan dibubut yaitu 50 mm dengan diameter yang dihasilkan sebesar 10 mm.

Pembubutan harus dilakukan secara konstan, yaitu kecepatan memutar mesin haruslah tetap. Sehingga benda kerja yang dihasilkan memiliki permukaan yang rata. Pembubutan dilakukan berulang-ulang hingga menghasilkan diameter 10 mm. caranya dengan mengatur skala pada mesin bubut.

Sebelum melakukan pembubutan, pastikan bahwa benda kerja tepat berada di tengah (center) dan tertancap kuat. Hal ini dilakukan agar ketika pembubutan dimulai, benda kerja tidak akan goyang. Jika posisi baut itu miring, maka baut yang terbentuk pun tidak akan sempurna dan secara ekstetika tidak indah dan bentuknya pun akan menjadi miring sehingga tidak muat untuk dipasangkan mur. Lalu, sebelum menyalakan mesin, goreskan dahulu mata bor kepada benda kerjanya. Selain itu, kita pun harus memberikan air selama proses berlangsung agar mata bor tidak panas.

Dan hal ini pun terjadi kepada kami. Kesalahan yang kami lakukan adalah pemutaran yang tidak konstan, sehingga bubut yang dihasilkan tidak ‘mulus’.

Pembubutan yang kami lakukan kira-kira lebih dari lima kali. Hal ini karena baut yang dihasilkan harus memiliki diameter 10 mm, di mana setiap kali membubut, kedalaman pisau yang diatur sebesar 2 mm sehingga pengerjaannya harus berulang.

Mengikir

Mengikir dilakukan setelah silinder selesai dibubut. Bagian yang dikikir yaitu bagian hasil pembubutan. Silinder yang akan dikikir ditempatkan di atas ragum, sehingga pengikiran akan lebih mudah. Dalam mengikir, usahakan dilakukan satu arah agar hasil yang diperoleh akan baik.

Membuat ulir

Setelah permukaan silinder halus, maka langkah berikutnya adalah pembuatan ulir. Panjang silinder yang akan diulir yaitu 50 mm. oleh karena itu, harus diukur dan diberi tanda terlebih dahulu.

Alat yang digunakan adalah snai. Jadi, baut ditempatkan di atas ragum dengan posisi kepala baut di bawah. Kemudian memasangkan tap dengan ukuran 1.25 kedalam baut. Kemudian diputar mengikuti arah jarum jam.

Snai yang digunakan ada tiga buah. Yang pertama yang lancip, lalu agak lancip dan yang terakhir yang tumpul. Ketika menyenai, perlu ditambahkan sedikit oli sebagai pelumas, sehingga ketika memutar snai tidak terlalu sulit. Penyenaian dilakukan hingga batas baut yang akan diulir, setelah selesai putar snai berlawanan jarum jam.

Pada saat penggunaan snai harus hati-hati. Karena benda kerja dijepit pada snai, maka harus diperhatikan betul apakah benda kerja terjepit sempurna. Jika tidak terjepit dengan sempurna maka resiko tidak terbentuk ulir dengan sempurna dan resiko sney patah akan terjadi. Snai bisa patah jika kita terlalu kencang memutar snai dan snai tidak terjepit benar.

Membuat segi enam

Langkah ini merupakan langkah terakhir dari rangkaian pembuatan baut. Sebelumnya, kita membuat pola segi enam di kertas kecil, kemudian ditempelkan di kepala baut.

Pembentukan kepala baut ini bias dilakukan dengan dua cara yaitu dengan dikikir ataupun dipotong dengan gergaji. Kelompok kami awalnya menggunakan gergaji, namun hasil yang diperoleh tidak terlalu baik. Sehingga disiasati dengan kikir.

Pembuatan mur

Langkah – langkah dalam pembuatan mur hampir sama seperti membuat baut. Yang berbeda yaitu adanya proses pengeboran dan pengetapan dalam membuat mur.

Pengeboran dilakukan setelah memotong silinder sehingga menghasilkan 2 bagian yang berukuran kecil, yaitu 12,5 mm. Pemotongannya dilakukan dengan menggunaka gergaji besi. Memang sangat sulit memotong dengan gergaji besi. Kesulitan yang dialami yaitu ketika akan menggoreskannya kepada silinder, juga ketika ditengah-tengah pemotongan sangat berat. Sehingga waktu yang digunakan dalam proses ini cukup lama dan jika dibandingkan, hasil yang diperoleh dengan gergaji besi tidak sebaik dengan gergaji mesin.

Sebelum dibor, kita beri tanda di tengah-tengah mur. Kemudian dititikdengan penitik agar ketika melubangi, mata bor tidak goyang, tapi langsung tepat sasaran. Namun, hasil pengeboran mur kelompok kami tidak pas di center, sedikit keluar batas. Hal ini mungkin terjadi karena jam terbang yang kurang, sehingga keahlian dalam mengebor masih minim.

Proses ini harus dilakukan dengan pengawasan penuh hampir sama seperti bubut dan dilakukan dengan kehati-hatian dalam menentukan kecepatan bor. Hal ini harus diperhatikan karena jika kita mengebor besi dengan kecepatan yang terlalu kencang atau cepat maka resiko mata bor patah akan terjadi karena mata bor menjadi lebih cepat panas apalagi jika kita tidak memberikan cairan pendingin atau oli pada saat proses pengeboran.

Setelah dibor, kemudian dibuat alur di dalam mur tersebut dengan menggunakan tap. Sama halnya dengan membuat ulir dengan snai, mengulir dengan tap pun harus diberikan oli. Dalam proses ini kesulitan yang dialami yaitu pada awal pengetapan, agak berat, namun setelah beberapa lama , pengetapan menjadi lebih mudah.

Proses terakhir yaitu membuat bentuk segi enam. Pembentukannya kali ini menggunakan kikir, sehingga hasil yang diperoleh lebih baik dari baut yang dibuat dengan gergaji.

Untuk jasa Custom Baut dan Mur hubungi kami di Wa 08126067928

Info Lainnya : Klik Jasa Custom Baut dan Mur di Medan

Pengertian Mesin Pemotong Pelat
Mesin Milling CNC

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *